Preman Tua

Tuk tuk tuk (anggapah begitu bunyi ketukan cincin yang beradu dengan kaca jendela mobil), dan si empunya mobil mengeluarkan duit seribuan, memberi si pengetuk. Itulah pemandangan hampir tiap hari di perempatan batua-abdesir. Ya, perempatan ini ditunggui seorang preman tua. Tanpa sepatah kata pun, apalagi senandung lagu, dia sudah mendapatan seribuan, dikali banyak, dari pengendara mobil yang diketuknya. Mungkin, hal yang paling membahagiakannya adalah lampu merah, apalagi macet. Sungguh masa senja yang menyedihkan (atau menyenangkan?).

Iklan
This entry was published on 2013/08/27 at 16:39. It’s filed under People, Professionals and tagged , . Bookmark the permalink. Follow any comments here with the RSS feed for this post.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: